Determinanan Kedewasaan Usia Perkawinan Berdasarkan Pengetahuan, Sikap, Budaya, Motivasi
Main Article Content
Abstract
Latar belakang: Pernikahan usia dini masih menjadi masalah global dan nasional yang berdampak pada
kesehatan, sosial, dan kualitas sumber daya manusia. Kedewasaan usia perkawinan dipengaruhi oleh
berbagai faktor multidimensional seperti pengetahuan, sikap, budaya, keyakinan, motivasi, pendidikan,
dan usia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kedewasaan usia perkawinan
pada remaja pranikah di Kabupaten Kulon Progo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif
analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah remaja pranikah dengan sampel sebanyak
260 responden yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% dan teknik
proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis
melalui uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa model signifikan (p=0,000)
dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,522 dan akurasi klasifikasi sebesar 83,5%. Variabel
pengetahuan (p=0,004; OR=2,597) dan sikap (p=0,002; OR=2,292) berpengaruh signifikan terhadap
kedewasaan usia perkawinan, sedangkan budaya dan motivasi tidak signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan
dan sikap merupakan determinan utama kedewasaan usia perkawinan, sehingga intervensi edukasi dan
pembentukan sikap positif menjadi strategi penting dalam pencegahan pernikahan usia dini.
kesehatan, sosial, dan kualitas sumber daya manusia. Kedewasaan usia perkawinan dipengaruhi oleh
berbagai faktor multidimensional seperti pengetahuan, sikap, budaya, keyakinan, motivasi, pendidikan,
dan usia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kedewasaan usia perkawinan
pada remaja pranikah di Kabupaten Kulon Progo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif
analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah remaja pranikah dengan sampel sebanyak
260 responden yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% dan teknik
proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis
melalui uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa model signifikan (p=0,000)
dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,522 dan akurasi klasifikasi sebesar 83,5%. Variabel
pengetahuan (p=0,004; OR=2,597) dan sikap (p=0,002; OR=2,292) berpengaruh signifikan terhadap
kedewasaan usia perkawinan, sedangkan budaya dan motivasi tidak signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan
dan sikap merupakan determinan utama kedewasaan usia perkawinan, sehingga intervensi edukasi dan
pembentukan sikap positif menjadi strategi penting dalam pencegahan pernikahan usia dini.
Downloads
Download data is not yet available.
Article Details
How to Cite
Tri Sunarsih. (2026). Determinanan Kedewasaan Usia Perkawinan Berdasarkan Pengetahuan, Sikap, Budaya, Motivasi. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 17(01), 12-21. https://doi.org/10.36569/jmm.v17i01.756
Section
Articles