Hubungan Kecemasan Dengan Keparahan Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD) Pada Anggota Komunitas GERD Dan Anxiety Di Indonesia

Main Article Content

Anwar Fauzi
Muhammad Nur Hasan

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah gangguan pada katup esofagus yang membuat isi lambung kembali ke esofagus (regurgitasi) dan menimbulkan rasa panas ulu hati (heartburn). Prevalensinya GERD terus meningkat di dunia. Data WHO (2021) menunjukkan 13,98% dari populasi dunia menderita GERD. Di Indonesia, konsensus Nasional GERD di Indonesia (2022) melaporkan sekitar 9,35% dari total populasi mengalami tanda - tanda GERD. Beberapa penelitian menemukan, Cemas adalah salah satu faktor yang mempengaruhi GERD. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecemasan dan keparahan GERD. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan secara daring dengan menggunakan google form didasarkan pada kuesioner Gastroesophageal Reflux Disease Questionnaire (GERD-Q) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling pada anggota grup yang mengalami GERD dengan jumlah responden yang terkumpul sebanyak 301 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami kecemasan pada tingkat berat dan sedang, yang linier dengan tingkat keparahan tanda klinis GERD responden yang juga dominan pada kategori berat dan sedang. Uji korelasi Spearman’s Rank, secara statistik signifikan dengan p = 0,001 (p < 0,05) ; r = 0,796). Hasil ini menunjukkan bahwa, semakin tinggi tingkat kecemasan semakin berat keparahan GERD yang dialami.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Anwar Fauzi, & Muhammad Nur Hasan. (2026). Hubungan Kecemasan Dengan Keparahan Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD) Pada Anggota Komunitas GERD Dan Anxiety Di Indonesia. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 17(01), 41-48. https://doi.org/10.36569/jmm.v17i01.751
Section
Articles